Laman

Cari Blog Ini

Kamis, 08 September 2011

Bahasa Hati / Inner Heart Conversation

Good Article whEn u FeeL aNgrY…
Don’t Let it far juZ keEp Love in deEp on uR hEarT

Inner Heart Conversation

There is enemy that can not be conquered by love.
There is no illness that can not be cured by love and affection.
There is no hostility that can not be forgiven by sincerity.
There is no difficulty that can not be solved by perseverance.
There is no stone that can not be broken by patient.
Everything is must be from the bottom of your heart.

Talk with your inner heart, and it will go through to another heart too.
To be succeed is not about how big is your muscle and smart is your brain,
yet it is also about how lenient/soft of your heart to do certain matters.

You can not stop a cried baby by pulling him at your arm.
Or persuade him with sweets/candies and sweet words.
What you have to do is embrace/hug him until he feel the heart beat calmly
in your depth of relieved.

Please begin with your soft heart before you give it to your achievement.

Translation:

ArtiKeL yaNG BaGuS BaGi OrANg yaNG bawaANnyA marah2 kali yah? =D

Bicara Dengan Bahasa Hati

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati anda.

Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.
Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak anda,
namun juga betapa lembut hati anda dalam menjalani segala sesuatunya.

Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya
dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat.
Atau, membujuknya dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis.
Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang
jauh di dalam dada anda.
Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada keberhasilan anda.


Sumber:www.motivasi.web.id

Selasa, 21 Juni 2011

Menghidupkan Hati

Apa yang lebih panas daripada api?...HATI
Apa yang lebih bengis daripada pemimpin yang zalim?...HATI
Apa yang lebih hitam daripada malam?...HATI
Apa yang lebih lemah daripada perdu?...HATI
Apa yang lebih cepat berubah arah daripada angin?...HATI
APA YANG LEBIH KERAS daripada BATU?...HATI

Jangan relakan hati ini terkeruhkan limbah kedengkian, kenistaan, kemunafikan, kejahatan abadi dan penyakit hati lainnya (Penyakit syahwat dan penyakit syubhat). Oleh karena itu lawanlah segala kemauan diri yang bertentangan dengan ajaran agama islam (mujahadah), bersihkanlah dan hidupkan kembali hati tersebut.

Sebelum 2 akun FB admin dinonaktifkan, salah seorang sahabat bertanya, bagaimanakah cara menghidupkan hati?? Sebelumnya saya sudah menjawab sedikit pesannya, mungkin masih belum merasa puas dan disini akan saya tambahkan penjelasannya buat sahabat semua mengenai cara menghidupkan hati...

~~~~~~~

Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, apabila daging itu baik maka baiklah tubuh manusia itu, akan tetapi bila daging itu rusak maka rusak pula tubuh manusia. Ketahuilah bahwa sesungguhnya segumpal daging itu adalah hati.”[HR. Bukhari-Muslim].

Hati adalah tempat segala niat, baik atau buruk. Tiada yang mengetahui isi hati seseorang kecuali si pemilik sendiri dan Allah. Hati inilah yang kelak akan dihisab oleh Sang Pemilik hati (Allah).

Hati yang baik akan merasakan mana yang baik baginya, mana yang seharusnya dilakukan, mana yang seharusnya dijauhi. Hati yang baik akan menjaga pemiliknya dari melakukan segala yang ‘salah’. Dan begitu pula sebaliknya, hati yang kotor, akan gelap, karena terlalu banyak titik titik hitam yang mengisi, sehingga tersamarlah ia dari melihat kebaikan, sehingga malah bisa menjerumuskan pemiliknya ke lembah kesesatan.

Allah swt berfirman: ‘Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah oleh Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yg pedih disebabkan mereka berdusta.’ (Al-Baqarah : 10) ‘Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi ………..dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yg kamu kerjakan.’ (Al-Baqarah : 74) ‘Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang kafir.’(Al-A’raf: 101) ‘Maka kecelakaan besarlah bagi mereka yang membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu berada dalam kesesatan yang nyata.’ (Az-zumar ; 22).

PENGELOMPOKKAN HATI MANUSIA
1. Qalbun Shahih

yaitu hati yang sehat dan bersih (hati yang sehat) dari setiap nafsu yang menentang perintah Allah, dan dari setiap penyimpangan yang menyalahi keutamaan-Nya. Hati yang murni pengabdiannya kepada Allah, baik pengabdian secara iradat (kehendak), mahabbah (cinta), tawakkal (berserah diri), takut atas siksa-Nya dan mengharapkan karunia-Nya. Bahkan seluruh aktivitasnya hanya untuk Allah semata. Jika mencintai maka cintanya itu karena Allah, dan jika membenci maka kebenciannya itupun karena Allah.

2. Qalbun Mayyit

Qalbun Mayyit (hati yang mati) adalah kebalikan dari hati yang sehat, hati yang mati tidak pernah mengenal Tuhannya, tidak mencintai atau ridha kepada-Nya. dan ia berdiri berdampingan dengan syahwatnya dan memperturutkan keinginan hawa nafsunya, walaupun hal ini menjadikan Allah marah dan murka akan perbuatannya. Ia tidak peduli lagi apakah Allah ridha atau murka terhadap apa yang dikerjakannya, sebab ia memang telah mengabdi kepada selain Allah. Jika mencintai didasarkan atas hawa nafsu, begitu pula dengan membenci ataupun memberi. Hawa nafsu lebih didewa-dewakan daripada rasa cinta kepada Allah.

Hati jenis ini adalah hati yang jika diseru kepada jalan Allah, maka seruan itu tidaklah berfaedah sedikitpun, karena Allah telah menutup hati mereka. Allah berfirman: ” Dan diantara mereka ada orang yang mendengar (bacaanmu), padahal kami telah meletakkan tutup di atas hati mereka sehingga mereka tidak memahaminya) dan kami letakkan sumbatan di telinganya dan jikalaupun mereka melihat segala tanda kebenaran mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu‘.”[QS. Al-An'am:25].

Ayat ini menunjukkan, bahwa ada manusia yang tidak mempergunakan hatinya untuk memahami ayat-ayat Allah, dan tidak mempergunakan telinganya untuk mendengar perintah-perintah Allah. Juga tidak mau melihat kebenaran yang telah disampaikan. Seperti firman Allah: “(Mereka berkata:) Hati kami tertutup dari ajakan yang kamu serukan kepada kami, dalam telinga kami ada sumbatan, dan diantara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu, sesungguhnya kami bekerja pula.”[QS. Fushilat:5].

Allah akan membiarkan mereka dalam kegelapan dan mereka sedikitpun tidak akan mendapatkan cahaya iman. “Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya, Allah menghilangkan cahaya (yang menyinari) mereka. Dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat, mereka tuli, bisu dan buta, maka mereka tidaklah kembali kepada jalan yang benar.” [Al-Baqarah:17-18].

3. Qalbun Maridl

Qalbun Maridl (hati yang sakit) adalah hati yang sebenarnya memiliki kehidupan, namun di dalamnya tersimpan benih-benih penyakit berupa kejahilan. Hati yang sedang di cekam sakit akan mudah menjadi parah apabila tidak diobati.

Sesungguhnya apa yang disisipkan oleh setan kedalam hati manusia itu, akan membuat sesuatu menjadi syubhat (sesuatu yang meragukan). Begitu hati menjadi lemah karena penyakit yang diidap, maka setanpun mudah merasuk kedalam hati lalu menghidupkan fitnah dalam hati tersebut.

Namun demikian hati orang-orang yang seperti itu belumlah mati sebagaimana hati orang-orang kafir dan orang-orang munafiq, akan tetapi bukan pula hati sehat, seperti sehatnya hati orang-orang yang beriman. Sebab di dalam hati mereka terdapat penyakit syubhat dan syahwat. Sebagaimana Firman Allah: “Sehingga berkeinginanlah orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya.“[QS. Al-Ahzab:32].

Boleh jadi hati manusia sedang sakit , bahkan tanpa disadari. Lebih tragis bahwa hatinya sebenarnya mati, namun si empunya tidak menyadari.
Tanda-tanda spesifik hati yang sedang sakit atau mati adalah jika ia tidak merasa sakit dan pedih oleh goresan-goresan pisau kemaksiatan, Hal itu disebabkan karena hatinya telah rancu dan teracuni, sehingga tidak dapat lagi membedakan antara nilai kebenaran dan aqidahnya yang batil. Hal ini seperti ditafsirkan oleh Mujahid dan Qatadah tentang firman Allah yang berbunyi: “Fi Qulubihim Maradhun“[QS.Al-Baqarah:10]. artinya: “Dalam hati mereka terdapat penyakit.” “Ayat ini menunjukkan adanya keraguan yang tumbuh dalam hati manusia tentang kebenaran.” Bahkan ia melihat kebenaran bagai sesuatu yang sangat bertentangan dengan kehendaknya. Kebenaran itu dilihat dari sisi lain yang terasa merugikan dirinya. sehingga dalam kondisi seperti ini ia lebih menyukai kebatilan dan kemudharatan.

Faktor-faktor penyebab sakitnya hati
Penyebab timbulnya penyakit di hati adalah dikarenakan banyaknya fitnah yang selalu dibidikkan pada hati. Fitnah-fitnah tersebut dapat berupa: fitnah syahwat, dimana reaksinya amat keras sampai dapat merancukan niat dan iradat (kehendak) seseorang. Dan yang lain adalah fitnah syubhat (keragu-raguan) yang menyebabkan kacaunya persepsi dan i’tiqad (keyakinan).

RACUN HATI
Setiap kemaksiatan adalah racun dan yang merupakan penyakit dan perusak kesucian hati. Dan racun-racun hati yang paling banyak ditemukan dan reaksinya cukup keras bagi kelangsungan hidup hati ada empat macam yaitu:

1> Berlebihan dalam berbicara

Banyak berbicara adalah salah satu faktor yang menyebabkan hati menjadi keras, sebagaimana sabda rasulullah saw :”Janganlah memperbanyak kata (bicara) selain dzikrullah, karena banyak bicara selain dzikrullah menjadikan hati keras. Dan orang yang terjauh dari Allah adalah yang berhati keras.”[HR. Tirmidzi dari Ibnu Umar].

Kemudian juga dengan banyak berbicara terkadang membuat seseorang mengucapkan kata-kata tanpa dipikirkan dan tanpa dipertimbangkan sebelumnya, sehingga melahirkan kerugian dan penyesalan. Umar bin Kahttab ra pernah berkata: “Barang siapa yang banyak bicaranya, maka banyak kesalahannya, sehingga nerakalah sebaik-baik tempat bagi mereka.” Hal ini ditegas juga dalam sebuah hadits , bahwa rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengucapkan kata-kata tanpa dipikirkan yang menyebabkan ia tergelincir kedalam neraka lebih jauh antara timur dan barat.” [muttafaq ‘alaihi, dari Abu Hurairah t]

2> Berlebihan dalam memandang sesuatu

Allah telah memerintahkan kepada setiap mukmin dan mukminah untuk menundukkan pandangannya yang demikian itu lebih suci bagi hati mereka. Dan juga mereka akan merasakan manisnya iman, sebagaimana sabda rasulullah saw : “Barangsiapa yang menahan pandangannya karena Allah, maka dia akan diberikan oleh Allah rasa manisnya iman yang ia rasakan dalam hatinya, sampai dimana ia manghadap kepada-Nya.” [HR. Ahmad].

Sekarang bagaimana jika perintah itu dilanggar, maka jelas akan menyebabkan fitnah bagi hati pelakunya. yaitu, rusaknya kesucian hati itu sendiri oleh angan-angan dan keindahan semu yang dibisikkan setan, lupa terhadap hal yang menjadi kemaslahatan. Lalu ia berbuat melampaui batas sehingga hilanglah akal sehatnya dan menyebabkan ia menjadi pengabdi hawa nafsu. Allah berfirman:”Janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingat kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melampaui batas.”[QS. Al-Kahfi:28].

3> Berlebihan dalam makan

Sedikit makan dapat melunakkan hati, menajamkan otak, merendahkan nafsu birahi dan melemahkan nafsu amarah. Sedangkan bila banyak makan, bahkan sampai kekenyangan akan berakibat sebaliknya. Oleh karena itu kita diperintahkan untuk berpuasa.

Ibrahim bin Adham berkata:”Barangsiapa mampu mengendalikan perutnya, maka ia mampu pula mengendalikan agamanya, dan barang siapa yang mampu menguasai rasa lapar (tidak makan berlebihan) maka ia dapat menguasai akhlak-akhlak yang baik, sebab maksiat kepada Allah itu jauh dari orang-orang yang lapar (yang mampu syahwat perutnya).”

4> Berlebihan dalam bergaul

Berinteraksi dengan orang lain merupakan kebutuhan fitrah bagi manusia sebagai makhluk sosial, sehingga islam tidak melarang hal tersebut. Namun syariah mengatur tentang batas-batas dan adab-adabnya, seperti tidak boleh melakukan khalwat (bersepian dengan lawan jenis tanpa mahram), tidak menggunjing (ghibah), tidak berlebihan dalam tawa dan canda, tidak melalaikan kewajiban-kewajiban ibadah dan lain sebagainya.

KIAT MENJADIKAN HATI TETAP HIDUP

Ketahuilah, bahwa hati yang hidup (hati yang sehat) hanya akan diperoleh dengan ilmu dan ikhtiar (usaha). Adapun usaha tersebut yang bisa dilakukan untuk menjadikan hati tetap hidup adalah:

1) Dzikrullah dan Tilawatil Qur’an.

Dengan senantiasa dzikrullah (menyebut dan mengingat Allah) bagi seorang hamba manfaatnya sangatlah besar. Sebagaimana Dia berfirman: “Ingatlah, bahwa hanya dengan selalu mengingat Allah, hati menjadi tentram.”[QS. Ar-Ra'du:28]. Al-Imam Syamsuddin Ibnul Qoyyim berkata: ”Sesungguhnya dzikir adalah makanan pokok bagi hati dan ruh, apabila hamba Allah gersang dari siraman dzikir, maka jadilah ia bagaikan tubuh yang terhalang untuk memperoleh makanan pokoknya.”Dan Imam Hasan Al-Bashri berkata:”Lunakkanlah hatimu itu dengan berdzikir”.

Sebaik-baik dzikir adalah membaca Al-Qur’an, karena Al-Qur’an mengandung berbagai khasiat penyembuh hati dari semua penyakit kegundahan. Allah berfirman; “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”[QS. Yunus:57].

2) Beristighfar

Hakikat istighfar adalah untuk memohon maghfirah (ampunan), dan batasan maghfirah adalah penjagaan dari keburukan yang diakibatkan dari dosa-dosa. Dan barangsiapa yang meminta ampun kepada-Nya selama memenuhi syaratnya pasti Allah memberikan ampunan. Firman-Nya: “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia meminta ampun kepada Allah niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”[QS. An-Nisa’:110].

‘Aisyah berkata: “Beruntunglah orang yang mendapat dalam buku catatan amal perbuatannya memuat istighfar yang banyak.” Qatadah berkata:”Sesunggunhya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepadamu tentang penyakitmu dan obat penangkalnya. Adapun penyakitmu adalah dosa-dosa, sedangkan obatnya adalah istighfar.”

3) Do’a

Allah berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku niscaya Aku perkenankan bagimu. “[QS. Al-mukmin:60].
Doa termasuk salah satu sebab yang mampu menyihatkan hati. Rasulullah , orang yang hatinya terjaga dan paling bersih pun sentiasa berdo’a kepada Allah perihal hati. Seperti ‘Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hatiku..’ Dalam do’anya yang lain ‘Ya Allah jadikanlah cahaya (penerang) dalam hatiku..’ atau yang sering kita dengar ‘Wahai Dzat Yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hati kami dalam agamaMu.’

4) Bershalawat kepada Nabi Muhammad

Allah bershalawat (menyebut dan memuji di hadapan para malaikat) sepuluh kali, bagi orang bershalawat kepada rasul-Nya (sekali). Rasulullah bersabda : ”Barang siapa yang bershalawat untukku satu kali. Maka Allah akan bershalawat sepuluh kali lipat.”[HR. Muslim]. Karena yang demikian itu, setiap satu kebaikan nilainya akan dilipat gandakan sepuluh kalinya, dan bershalawat untuk Nabi termasuk kebaikan yang tinggi.

5) Qiyamullail

Jika seseorang tetap melakukan shalat malam, maka wajahnya akan bercahaya dan dia juga akan merasakan kenikmatan beribadah dalam hatinya, sebagaimana yang dituturkan oleh para Ulama Salaf berikut ini:
Abu Sulaiman berkata: “Malam hari bagi orang yang sering beribadat di dalamnya, itu lebih nikmat daripada permainan bagi mereka yang suka hidup bersantai-santai. Seandainya tanpa malam aku tak suka hidup di dunia ini.”
Ibnul Mukandir: ”Bagiku kelezatan dunia ini hanya ada pada tiga perkara, qiyamullail, bersilaturahmi dengan ikhwan dan shalat berjama’ah.”

6) Mencari ilmu syar’ie.

Karena dengan memahami ilmu agama akan tumbuh rasa takut kepada Allah, yang mampu menjaga kita.

7) Berteman dengan orang soleh.

Karena mereka akan menarik kita dalam amal kebajikan dan meninggalkan segala bentuk kemungkaran. Mereka akan sentiasa mengingatkan kita kepada Allah.

8) Banyak Mengingat Mati

Mengingat mati akan menghindarkan kita dari maksiat dan dapat memperlunak hati kita. Ziarah kubur, Menyaksikan orang yang sekarat juga boleh menjadikan cara yang kuat untuk melembutkan hati.


Diambil dari berbagai sumber

Semoga bermanfaat.....

Jumat, 04 Maret 2011

ABSTRAK HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIIA SMP NEGERI I LIMBUR LUBUK MENGKUANG KABUPATEN BUNGO PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI EKOSISTEM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE – A MATCH

oLEH : Linda Yandriani, S.Pt

Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Make – A Match, Motivasi Belajar

Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan di SMP Negeri I Limbur Lubuk Mengkuang kelas VIIA, yang berjumlah 34 orang. Penelitian ini terdiri atas dua siklus. Siklus I dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2010 dan siklus ke II dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2010, masing-masing siklus melalui tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Materi yang dipelajari selama penelitian adalah Ekosistem.

Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui pengaruh model pembelajaran Make – a match terhadap motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negeri I Limbur Lubuk Mengkuang Kabupaten Bungo. Masalah masih rendahnya motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negei I Limbur Lubuk Mengkuang. Pada umumnya siswa kurang antusias, kurang perhatian dan kurangnya partisipasi dalam proses pembelajaran.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajara kooperatif tipe Make – a match dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIIA SMP Negeri I Limbur Lubuk Mengkuang.Hal ini terlihat dari data observasi terhadap siswa pada saat penerapan mengalami peningkatan persentase dari aspek antusias 83,3%, aspek perhatian dari 80% dan aspek partisipasi dari 83,3% naik pada siklus kedua masing-masing aspek 100%. Hasil evaluasi belajar siswa kelas VIIA paa siklus I pre tes dan pos tes rata-rata 10,0 dan 76,6, pada siklus ke II hasil belajar siswa kelas VIIA pre tes dan pos tes naik masing-masing 31,5 dan 78,8. Salah satu keunggulan teknik ini adalah mencari pasangan sambil belajar mengenai konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan.

Kamis, 03 Maret 2011

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII A SMP NEGERI I LIMBUR LUBUK MENGKUANG KABUPATEN BUNGO PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI EKOSISTEM MELALUI MO

Abstrak

Linda Yandriani, S.Pt

Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Make – A Match, Motivasi Belajar

Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan di SMP Negeri I Limbur Lubuk Mengkuang kelas VIIA, yang berjumlah 34 orang. Penelitian ini terdiri atas dua siklus. Siklus I dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2010 dan siklus ke II dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2010, masing-masing siklus melalui tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Materi yang dipelajari selama penelitian adalah Ekosistem.

Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui pengaruh model pembelajaran Make – a match terhadap motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negeri I Limbur Lubuk Mengkuang Kabupaten Bungo. Masalah masih rendahnya motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negei I Limbur Lubuk Mengkuang. Pada umumnya siswa kurang antusias, kurang perhatian dan kurangnya partisipasi dalam proses pembelajaran.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajara kooperatif tipe Make – a match dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VII A SMP Negeri I Limbur Lubuk Mengkuang.Hal ini terlihat dari data observasi terhadap siswa pada saat penerapan mengalami peningkatan persentase dari aspek antusias 83,3 %, aspek perhatian dari 80 % dan aspek partisipasi dari 83,3% naik pada siklus kedua masing-masing aspek 100%. Hasil evaluasi belajar siswa kelas VIIA paa siklus I pre tes dan pos tes rata-rata 10,0 dan 76,6, pada siklus ke II hasil belajar siswa kelas VIIA pre tes dan pos tes naik masing-masing 31,5 dan 78,8. Salah satu keunggulan teknik ini adalah mencari pasangan sambil belajar mengenai konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan.

Jumat, 25 Februari 2011

“BAGAIMANA SOSOK GURU BERWIBAWA ?”

“Barang siapa melihatnya sepintas, ia akan tampak berwibawa. Dan barang siapa mengenal dan bergaul dengannya, niscaya ia akan menyukainya. [HR. at-Turmudzi]

Jam istirahat sudah habis, bel tanda masuk sudah berbunyi. Anak-anak memasuki kelas masing-masing untuk mengikuti pelajaran berikutnya. Namun sebagian anak-anak masih tetap berada diluar kelas, ternyata anak-anak yang diluar guru yang mengajar pada kelas tersebut berhalangan hadir, sehingga mereka bebas bermain diluar.

Aktivitas anak-anak yang sedang bermain dihalaman segera terhenti dan mereka semua berlarian masuk ke kelas ketika mereka melihat seorang guru lewat. Apa yang terjadi? Bukankah guru itu belum mengucapkan sepatah kata pun untuk melarang mereka bermain ? dia juga tidak menghardik dan menyuruh mereka untuk masuk kelas. Lalu mengapa anak-anak segera sadar dan langsung berlarian masuk ke kelas mereka?

Ya, tidak lain disebabkan kehadiran fisik guru sudah mampu menjadi bahasa tersendiri, yakni bahasa peraturan. Fisik guru itu telah mampu berbicara kepada anak-anak dan mengingatkan mereka tentang apa yang boleh diperbuat dan apa yang tidak boleh dilakukan. Guru itu tidak perlu memperlihatkan wajah marah untuk mengingatkan mereka. Ia juga tidak membutuhkan kata-kata untuk menyuruh anak-anak masuk kelas. Ia hanya butuh satu senyuman untuk membuat anak-anak menyadari kesalahan-kesalahannya. Dengan melihat senyuman itu, anak-anak seolah-olah mendengar guru berkata, “Bel tanda masuk sudah dibunyikan, ayo, segeralah masuk kelasmu, isi waktumu untuk membaca”. Dan anak-anak pun segera berhamburan masuk ke kelas mereka.
Itulah gambaran sederhana tentang wibawa seorang guru. Guru yang berwibawa tidak perlu mengeluarkan banyak energi untuk menegur dan menyuruh anak. Ia juga tidak perlu mengeluarkan suara keras untuk menyuruh anak masuk kelas. Ia hanya butuh senyuman dan satu kalimat yang diucapkan dengan pelan saja. Bahkan, kadang-kadang guru yang berwibawa tidak perlu satu senyuman atau satu kalimat pun. Kehadiran fisik mereka saja sudah mampu mengembalikan suasana penuh pelanggaran menjadi kondisi yang penuh ketaatan pada peraturan.

Jadi, semakin tinggi wibawa seorang guru di mata para siswa, semakin ringanlah pekerjaannya. Dia tak perlu berteriak-teriak ketika siswanya membuat gaduh. Cukup dengan menghadirkan dirinya di hadapan siswa-siswanya yang melakukan pelanggaran, siswa-siswanya akan berhenti dengan sendirinya.

Dari mana Datangnya Wibawa?

Menurut Henry Fayol, kewibawaan berarti hak memerintah dan kekuasaan untuk membuat kita dipatuhi dan ditaati. Ada juga orang mengartikan kewibawaan dengan sikap dan penampilan yang dapat menimbulkan rasa segan dan rasa hormat. Sehingga dengan kewibawaan seperti itu,anak didik merasa memperoleh pengayoman dan perlindungan.
Secara sederhana, wibawa dapat dimaknai sebagai kemampuan untuk mempengaruhi dan menguasai orang lain. Wibawa bisa muncul dari dua hal , karisma dan performa. Karisma biasanya muncul dengan sendirinya karena merupakan bawaan seseorang sejak lahir.

Pertama. Karisma biasannya berkaitan dengan hal-hal yang melekat pada pribadi seseorang, seperti postur tubuh, bentuk wajah, gaya bicara, tatapan mata, sampai cara berjalan. Seseorang yang karismatik tidak perlu belajar terlebih dahulu atau mengubah penampilan untuk mencari perhatian orang lain. Ia sudah memiliki daya pikat yang dibawanya sejak lahir. Dari sinilah munculnya kemampuan untuk membuat orang lain terpesona dan terpengaruh.

Kata karisma berasal dari bahasa Yunani, charizhesthai, yang berarti menolong. Makna konotasi teologis dari kata ini adalah bakat atau kekuatan yang dianugerahkan oleh Tuhan. Seperti itulah yang dikatakan oleh Clip R. Bell dan Billijack R. Bell dalam memaknai kata karisma di dalam bukunya, Magnetic Service . Didalam buku itu, Clip dan Billijack mengibaratkan karisma sebagai magnet. Sebuah magnet selalu memiliki kemampuan untuk memikat, menarik, menahan dan mencengkeram dengan kuat objek yang ada didekatnya.

Karisma memiliki sifat-sifat yang sama dengan sebuah magnet. Sifat-sifat karismatik yang termasuk dalam konteks ini adalah menarik perhatian seseorang, mengajak dan membawanya kearah tertentu, serta menahannya hingga orang tersebut tidak mau meninggalkan dirinya. Orang yang karismatik biasanya memiliki banyak pengikut yang fanatik dengan tingkat kekaguman yang luar biasa. Mereka tidak mau mengambil sikap dan keputusan tertentu sebelum ada penjelasan daei orang yang dikaguminya itu.
Karisma adalah keistimewaan yag bersifat pribadi yang berbentuk daya pikat dan pesona yang dimiliki seseorang untuk membuat orang lain tertarik dan terpengaruh. Seorang guru yang karismatik akan menghadirkan pengalaman yang unik bagi para siswa sehingga hatinya merasa tertawan. Hanya para siswa akan menjadi tawanan di tangan guru karismatik ini. Maka, bisa dibayangkan betapa mudahnya guru itu mengelola para siswa yang sudah tertawan dan “tak berdaya”.

Rasulullah saw adalah sosok dengan karisma yang sangat tinggi. Banyak sekali hadist yang menceritakan gambaran fisik beliau yang sangat ideal. Hidung yang mancung, rambut yang hitam, rapi, ikal yang panjangnya sangat terukur., gigi yang putih bersih dan berjajar terawat; senyum yang sangat manis, badan yang tegap, kulitnya yang putih; tangan yang kekar, dan sebagainya, menunjukkan betapa fisik Rasulullah saw memiliki daya pikat dan daya pesona yang tinggi. Keadaan iu sangat mendukung kewibawaan Rasulullah saw. Belum lagi cara beliau berjalan, berbicara dan bercanda yang sangat menawan. Kesemuanya menyimpan dan memunculkan karisma. Tidak mengherankan jika banyak orang yang baru melihat sosok beliau sudah menaruh hormat dengan sendirinya. Kana kullu amrihi ajaba (setiap yang ada pada dirinya menakjubkan.

Seorang yang berwibawa dilukiskan oleh Allah dalam Al-Quran :
“Orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata keselamatan. Mereka itulah yang dibalasi dengan martabat yang tinggi karena kesadaran mereka, dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat didalamnnya.” [QS. Al-Furqan : 63 dan 67]

Menurut Sulani, kewibawaan termasuk maqam mahmudah yang dapat menolong manusia untuk memiliki kekuatan yang bersumber dari Allah. Untuk mencapai maqam ini, Al-Quran telah memberikan tuntunan kepada manusia, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Quran :
“Dan dari sebagian malam hendaknya kamu bersembahyang tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah : “Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara benar, dan keluarkanlah aku secara benar pula dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong. [QS. Al-Isra’ : 79-80].

Ayat tersebut menerangkan bahwa hendaklah kita memperbanyak sholat tahajud, karena sholat tersebut bisa membawa kepada kedudukan yang terpuji. Sehingga orang yang sering melaksanakan sholat tahajud dirinya memiliki pengaruh yang besar dan insya Allah akan diikuti ajakannya. Hendaklah para guru membiasakan diri untuk melaksanakan sholat tahajud, apalagi seorang guru yang tugasnya memberikan pelajaran kepada anak didik, sudah sewajarnya kalau ajakan tau perintahnya ingin diikuti. Oleh karena itu, tahajud akan membawa dampak kepada kita sebagai orang yang tawadhuk dan berwibawa.

Selain itu, penampilan fisik seseorang memiliki pengaruh terhadap kewibawaannya. Oleh karena itu, seorang guru tidak boleh bersikap cuek terhadap penampilan fisiknya. Jangan sampai karena alasan sibuk menangani anak-anak, seorang guru tidak memerhatikan penampilan fisiknya. Atau, karena waktu yang sempit dan genting, guru melangkah terburu-buru dihadapan para siswa sehingga terlihat lucu. Jika itu terjadi, niscaya kewibawaannya akan turun di hadapan para siswa. Tetap lah melangkah dengan tenang, tetapi menunjukkan kecekatan dalam menghadapi siuasi yang genting dan terburu-buru.

Kedua, Perkara yang bisa meningkatkan wibawa seseorang adalah performa, yaitu,kebiasaan yang lahir dari standar dan plan kerja yang dimiliki guru. Dibandingkan dengan karisma, performa lebih mudah dipelajari dan dibentuk karena tidak terkait dengan hal-hal yang sifatnya bawaan. Guru yang cerdas dan selalu bisa mengatasi persoalan akan terlihat lebih berwibawa daripada guru yang terlihat gagap dan jarang memberi solusi terhadap suatu masalah. Guru yang secara konsisten menunjukkan rasa tidak suka terhadap siswa yang melanggar aturan, lebih disegani siswa daripada guru yang tidak konsisten menampilkan ketidaksukaannya kepada pelanggar aturan. Guru dibilang tidak konsisten jika terkadang marah ketika melihat ada siswa yang melanggar aturan dan terkadang membiarkannya.

Secara bahasa, performa memiliki arti sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan. Jadi, peforma yang baik adalah daya pikat seseorang dalam menawan hati orang lain dengan prestasi kerja yang bagus. Berbeda dengan karisma yang terkait penampilan fisik, performa menitiberatkan pada bagaimana tampilan nonfisik seseorang. Biasanya, performa terwujud dalam bentuk sikap tegas, cerdas, sopan, konsisten, jujur dan selalu memiliki solusi saat menghadapi masalah.

Hal yang penting mengenai performa ini adalah konsisten. Untuk apa ketegasan dan kecerdasan kalau hanya muncul sekali saja, lalu tidak muncul di waktu lainnya. Sekali lagi, buat apa semua itu jika tidak dilakukan dengan konsisten. Hanyalaha kesia-siaan yang akan didapatkan. Tanpa konsistensi, ketegasan dan kecerdasan tidak akan mampu membentuk performa. Alhasil kewibawaan yang diinginkan tidak akan terwujud.

Kinerja yang bagus harus ditampilkan secara terus menerus di setiap waktu dan keadaan. Syukur bisa terus tingkatkan. Hanya dengan cara inilah performa seseorang akan terbentuk dengan kuat. Guru yang selalu mempersiapkan dirinya ketika hendak mengajar akan terlihat berwibawa daripada guru yang tidak siap. Bila kinerja guru kadang-kadang bagus dan terkadang buruk, maka siswa sulit menangkap performa gurunya. Dan kewibawaan guru tersebut akan jatuh di hadapan siswa.

Faktor paling utama adalah persiapan mental yang baik disamping persiapan rencana pembelajaran dan alat peraga. Tanpa persiapan mental, rencana pembelajaran dan alat peraga tidak akan membawa dampak positif. Sebab, itu hanyalah persiapan di tataran yang paling luar. Motivasi, keikhlasan dan antusiasme merupakan persiapan yang sangat esensial sebagai pendamping kesiapan dan penguasaan materi pelajaran atau alat peraga.


Benarkah Galak Bisa Bikin Wibawa ?

Tidak sedikit guru yang mengira bahwa sikap galak bisa membuat siswa menaruh hormat kepadanya. Menurut mereka, jika guru terlalu lembek maka anak akan ngelunjak. Namun, perlu dipahami bahwa siswa akan menghormati guru yang galak karena merasa takut. Disinilah seorang guru harus berpikir ulang apakah penghormatan seperti itu yang diinginkannya?

Seorang guru menginginkan penghormatan yang tulus dari para siswa, bukan penghormatan semu. Penghormatan yang semu membuat para siswa hanya taat aturan ketika ada guru. Ketika guru pergi, mereka akan kembali melakukan pelanggaran. Ketaatan itukah yang kita inginkan?

Sikap galak seorang guru biasanya muncul karena ia mencoba menutupi kekurangan, baik kekurangan pribadinya sendiri maupun sistem sekolahnya. Kemarahan guru karena tersinggung ketika dikritik siswanya merupakan cara untuk menutupi kekurangan diri. Apapun alasannya, meledaknya emosi guru yang melahirkan kemarahan, merupakan bukti bahwa kita tidak mampu mengendalikan dirinya. Ketidakmampuan inilah yang berusaha ditutupi guru hadapan siswa dengan bersikap galak.

Jika sikap galak ini dapat memberikan rasa takut kepada para siswa, mungkin masih lumayan. Lebih parah lagi jika sikap galak tersebut tidak mampu melahirkan rasa takut atau hormat sedikitpun. Ada banyak guru yang justru ditertawakan oleh siswanya ketika marah. Semakin marah sang guru, semakin geli pula siswa-siswanya. Sebab, siswa dengan tipikal tertentu malah tertarik untuk membuat sang guru marah. Mereka menyeringai puas ketika berhasil membuat guru itu marah. Dan, guru pun semakin kehilangan akal untuk mengatasi suasana semacam itu. Mau marah salah, didiamkan semakin salah. Dan, siswa-siswanya tetap sulit dikendalikan. Jika kondisi seeperti ini yang terjadi, hilang sudah wibawa guru tersebut.

Efek dari sikap galak rasa hormat semu atau rasa takut semata. Sebaliknya, penghormatan yang tulus dan sebenarnya hanya akan terlahir dari pengakuan siswa terhadap kelebihan gurunya, baik kelebihan secara lahir dari karisma, maupun performa yang dimilikinya. Itulah pilar dasar wibawa.


Daftar Pustaka
1. Abdullah Munir (2010). Super Teacher. PT. Bintang Pustaka Abadi (BiPA). Yogyakarta.
2. Muhammad Nurdin ( 2004). Kiat Menjadi Guru Profesional. AR-RUZZ Media. Yogyakarta.

Sabtu, 05 Februari 2011

MENJADI GURU INSPIRATIF & DISENANGI SISWA

Guru memiliki peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Guru tidak sekedar dituntut memiliki kemampuan mentransformasikan pengetahuan dan pengalamannya, memberikan tauladan, tetapi juga diharapkan mampu menginspirasi anak didiknya agar mereka dapat mengembangkan potensi diri dan memiliki akhlak yang baik.
Guru inspiratif bukanlah sekedar berkompeten sesuai dengan akademiknya, mampu mengajar didepan kelas, membuat soal-soal, dan menentukan kelulusan siswa. Guru inspiratif harus memiliki kepribadian yang menarik sehingga dapat menstimulasi siswa untuk mengembangkan potensi diri, menumbuhkan kesadaran siswa dalam meraih masa depannya, dan menjalin kehangatan interaksi antara guru dan siswa sehingga guru tidak lagi dianggap sebagai sosok angker yang menakutkan, tetapi dapat menjadi mitra belajar yang menyenangkan.

Lalu, bekal apakah yang harus kita miliki agar menjadi guru yang penuh inspiratif dan disenangi oleh siswa? Peningkatan kemampuan akademik dan skill mengajar merupakan modal dasar yang harus dimiliki. Akan tetapi tetapi tak boleh dikesampingkan pula bekal-bekal berikut ini :

A. Berpandangan Positif

Terdapat kecenderungan pada diri manusia untuk membentuk pribadinya sesuai apa yang ia bayangkan atau inginkan. Hasil yang kita capai dalam membina diri pribadi adalah sesuai dengan apa yang kita sanjung dalam hati kita atau apa yang kita tidak sukai, kita sendirilah yang menentukan batas kemampuan diri kita ini. Apakah pekembangan kemajuan diri kita itu masih lanjut atau mundur sampai batas tertentu saja.
Seseorang yang memilih cara berpikir dan bersikap positif akan terus menghasilkan buah pikiran yang positif pula sekaligus merangkul harapan rasa optimis dan daya cipta. Sebaliknya seorang yang mengindap pikiran negative tentu saja melibatkan dirinya dalam proses negatif pula. Sebab ia terus-menerus menyalurkan pikiran yang negatif. Tindakan-tindakannya pun akan bersifat negatif terhadap lingkungan sekelilingnya. Seorang mengindap pikiran negatif akan memantulkan buah pikiran negatif dan akan memetik hasil yang negatif pula atas dirinya. Seperti yang dikatakan oleh Willian James, seorang ahli filsafat dan ilmu jiwa :
“Penemuan terbesar dalam generasi umat manusia sekarang ini adalah, bahwa manusia itu bisa merubah cara hidupnya dengan cara merubah jalan pikirannya”

Pandangan positif seorang guru sangatlah penting untuk diperhatikan. Satu hal yang sangat berpengaruh pada diri siswa. Guru harus menampakkan secara jelas dan benar-benar jelas kepada siswanya bahwa kita mempercayai. Sebagai guru, kita percaya bahwa semua siswa mampu dan memiliki motivasi untuk sukses. Buatlah siswa yakin bahwa kita benar-benar mempercayainya. Guru harus berusaha percaya bahwa siswa ingin melakukan yang tebaik, mereka ingin brhasil dan mendapatkan kesuksesan.

Hasil sebuah pengamatan menunjukkan bahwa guru cenderung lebih suka tersenyum, mengobrol dengan akrab dan berbicara dengan cara lebih intelek dan penuh humor kepada kelompok siswa yang berkategori pandai daripada kelompok siswa yang biasa-biasa saja. Sedangkan, kepada siswa yang kurang pandai, guru cenderung berbicara lebih keras, lambat, jarang tersenyum, berinteraksi dengan kalimat-kalimat perintah serta lebih otoriter. Tampaknya, guru memperlakukan siswa sesuai dengan cap yang dilekatkan pada diri mereka; kelompok siswa pandai, bodoh, atau nakal.
Demikianlah realitas yang terjadi, kita sering terbawa oleh prasangka atau anggapan, baik prasangka yang diciptakan oleh diri kita sendiri maupun dibentuk oleh lingkungan. Marilah kita simak cerita tentang prasangk dibawah ini.

Seorang pemuda yang baru saja lulus dari sebuah universitas diterima sebagai tenaga pengajar di sebuah sekolah. Kepala sekolah berkata kepada pemuda itu, “Anda akan mengajar sebuah kelas yang luar biasa. Anak-anaknya cerdas luar biasa dan aktif. Seluruh potensi ada pada mereka. Saya percaya, pasti Anda akan berhasil mengantarkan mereka menjadi siswa-siswa yang sukses. Selamat bekeeja ! “ Kepala sekolah itu menjabat tangan guru yang baru dengan erat, menatap mata dengan sungguh-sungguh dan menambahkan sebuah tepukan di bahu.

Dengan semangat bergelora, guru baru itu pun mulai mengajar. Namun, apa yang dijumpainya? Dia mengajar di sebuah kelas yang penuh berisi anak-anak yang berkategori bandel, banyak provokator dan segala crri lain yang bernuansa negatif.
Beberapa bulan dia mengajar di kelas itu, belum juga berhasil menguasai kelas. Namun, satu hal yang dia pegang erat-erat, pesan kepala sekolah, bahwa dia diberi kelas yang lua biasa dengan anak-anak yang cerdas di dalamnya. Jadi, jika ia belum dapat menguasai kelas, maka mungkin dirinyalah yang belum bisa mengajar. Maka, guru baru itu pun pontang-panting belajar, mencoba banyak cara untuk benar-benar dapat membuat siswa di kelasnya menampilkan kecerdasannya.

Satu semester berlalu, usahanya belum tampak berhasil. Dan dia tetap beusaha menjadi guru yang seprofesional mungkin untuk siswa-siswinya yang di sebut luar biasa cerdas oleh kepala sekolah tersebut. Dan pada akhir tahun pelajaran, usahanya ini sungguh memperoleh hasil yang memuaskan. Siswa mengikuti kegiatan belajar dengan penuh kesadaran dan semangat yang tinggi. Siswa mulai berani menunjukkan potensi kecerdasan dirinya, baik dalam bidang bahasa, matematika, sosial maupun seni.
Pada akhir tahun ajaran itulah kepala sekolah kembali menjabat erat tangan guru barunya, dengan tatapan yang sungguh-sungguh dan sebuah tepukan di bahu. Pada saat itulah kepala sekolah membeberkan sebuah cerita yang mengejutkan. Sebenarnya kelas itu adalah kelas yang paling dihindari oleh semua guru. Guru-guru lama sudah kewalahan menangani mereka dengan se\gala tingkah polah yang serba merusak sementara minatnya terhadap pelajaran sangat kecil.

Bayangkan, bagaimana jika awal kepala sekolah sudah mengatakan bahwa guru baru itu diberi kelas yang penuh dengan trouble maker, bandel, suka mencontek dan lain sebagainya. Pasti, akhir dari cerita di atas akan berbeda. Itulah, kehebatan dampak sebuah prasangka yang mengubah dunia. Oleh karena itu, marilah kita biasakan berprasangka baik dan berpandangan positif dalam setiap denyut kehidupan yang kita jalani.

B. Menjalin Ikatan Emosional

Fakta menunjukkan bahwa siswa akan senang hati mengikuti kegiatan belajar jika gurunya menyenangkan. Pelajaran yang dianggap sebagian orang sulit pun akan menjadi lebih mudah jika siswa memiliki ikatan emosional yang baik dengan gurunya. Bahkan, jika guru itu difavoritkan, siswa dapat mengingat kata demi kata hingga titik koma yang diucapkan gurunya. Luar biasa, bukan!

Akan tetapi, sebaliknya jika guru itu tidak disenangi siswa entah karena guru itu terlalu galak, pilih kasih, pernah menyinggung perasaan siswa, atau sebab lain, maka sepintar apapun guru mengajar, suasana belajar menjadi tidak menyenangkan. Boleh jadi, siswa menjadi antipasti dengan mata pelajarannya. Kalimat-kalimatnya segera mereka lupakan begitu lepas ujian semester.
Pernahkah kita bertanya-tanya mengapa siswa menjadi menutup diri ketika kita marah-marah padanya? Ketika otak menerima ancaman atau tekanan, kapasitas saraf untuk berpikir rasional jadi mengecil. Kondisi ini dapat menghentikan proses belajar pada saat itu dan setelahnya. Pada saat seperti ini kemampuan belajar siswa benar-benar berkurang.

Pernahkah kita menjumpai seorang guru yang jengkel menghadapi siswanya yang tidak segera paham sehingga guru itu mengulang-ulang penjelasannya., dan lama kelamaan suaranya dihiasi dengan tekanan-tekanan seperti orang marah? Dengan cara itu guru mengharap siswanya segera paham, padahal pada saat yang sama sebenarnya siswa itu sedang menghadapi suasana ancaman sehingga dia merasa tertekan. Dan sesungguhnya dengan cara seperti itu kemampuan siswa untuk belajar semakin berkurang. Bayangkan, guru menginginkan siswanya paham justru ketika dia membuat suasana yang menyabotase kemampuan otak siswanya. Jadi, dapat dipastikan kegagalanlah yang diperolehnya.
Adapun cara yang dapat dilakukan untuk membangun ikatan emosional siswa adalah :

1. Membuka Kran Komunikasi
Membuka komunikasi dengan niatan yang tulus dan penuh kasih sayang merupakan kunci utama terbukanya pintu-pintu rahasia keharmonisan guru dan siswa. Komunikasi terbuka akan membuat guru dapat berbicara secara jujur dan penuh kasih mengenai penamatannya tanpa membuat siswa bersikap defensif. Hal ini disebabkan guru cukup peduli untuk memberi umpan balik kepada mereka. Jika guru berinteraksi dengan siswa dalam pandangan yang positif dan tercipta hubungan yang positif pula, maka guru dapat berbicara langsung kepada siswa tentang hal yang terpenting dalam hidupnya, siapa diri mereka dan bagaimana mereka menampilkan diri. Mereka menginginkan hal ini dari guru secara jujur dan penuh dukungan. Dalam hubungan yang sehari-hari menghormati dan menghargai orang yang kita cintai.

2. Memperlakukan Siswa Sebagai Manusia Sederajat
Betapa pun usia siswa masih kanak-kanak, perlakukan siswa seperti kita ingin diperlakukan mereka. Jika kita ingin dihormati maka hormati juga mereka. Jika kita ingin dihargai haknya, maka hargai juga hak mereka. Jika kita ingin didengar mereka, maka kita harus mendengar mereka terlebih dahulu.

3. Lembut dan Hangat
Semua bentuk interaksi guru dengan siswa haruslah dilandasi dengan kasih sayang dan kelembutan. Ini memang klasik, tetapi inilah yang terpenting. Sebab Allah swt telah berjanji akan memberikan kepada kelembutan, sesuatu yang tidak diberikan oleh-Nya kepada yang lain.

Jadi, seandainya guru selalu gagal mengatasi kenakalan siswa, padahal telah menggunakan berbagai metode pendekatann, bisa jadi itu disebabkan ia belum optimal dalam bersikap lemah lembut. Agar interaksi dengan siswa selalu harmonis, guru harus mampu memastikan lahirnya dua hal, yaitu guru mencintai siswa dan siswa menangkap cinta gurunya itu.Hati hanya dapat disentuh dengan hati pula. Sesuatu yang keluar dari hati maka akan tembus kehati. Jika kita mencintai siswa dengan tulus, maka siswa pun merasakan cinta gurunya tersebut dan siswa pun akan mencintai kita.
Dari Aisyah ra., ia berkat bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Allah itu lembut dan menyukai kelembutan dalam semua urusan.” (H.R. Muslim). Kepada orang yang berperilaku lembut, terutama terhadap mereka yang urusannya berda dalam tanggung jawabnya, Rasulullah bersabda . “Ya Allah, siapapun yang mengatur urusan umatku, lalu ia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dirinya. Dan, siapa pun yang mengatur urusan mereka lalu ia bersikap lembut terhadap mereka, mak santunilah mereka . (H.R. Muslim dari Aisyah)

C. Membuat Aturan Main Bersama

Peraturan sungguh perlu, tetapi , tetapi hendaknya dibuat secara bersama-sama sehingga timbul kesadaran dan tanggung jawab untuk melaksanakan peraturan tersebut. Namun, sebelum diterapkan sebuah aturan sebaiknya dibangun dahulu suasana keterbukaan dan kehangatan sehingga masing-masing orang dapat berpendapat dengan bebas. Sedikit meemakan waktu memang, tetapi cukup efektif, terutama dalam pengelolaan kelas.

Pengalaman menunjukkan bahwa menggunakan minggu pertama sekolah untuk menata suasana yang hangat tidak hanya membangun suasana untuk sepanjang tahun, tetapi juga akan menghemat waktu dalam pengelolaan kelas. Tingkat hubungan ini menghasilkan keuntungan tambahan. Jika guru memahami dan bersedia menjalin hubungan saling pengertian dengan siswa, maka guru akan mendapatkan izin untuk menuntut tanggung jawab atas perkataan dan perbuatan mereka. Mereka pasti dengan suka rela melaksanakan aturan tersebut. Hal ini juga membawa konsekuensi logis bahwa meeka pun berhak menuntut hal yang sama dari kita sebagai guru mereka.

D. Membuat Kegembiraan

Jika guru secara sadar dapat menciptakan kegembiraan ke dalam pekerjaannya, maka kegiatan mengajar dan belajar akan lebih menyenangkan. Kegembiraan membuat siswa siap belajar dengan mudah, dan bahkan dapat mengubah sikap negatif menjadi positif, hubungan yang kaku manjadi cair.
Bayangkan jika suasana menegangkan di atas selalu ada dalam proses kegiatan belajar maka sekolah tak ubahnya seperti penjara yang merengut kebebasannya untuk berpikir, berekspresi dan beraktualisasi diri. Oleh karena itu, marilah kita buat suasana belajar dalam keceriaan dan warnai hari-hari kita dengan kegembiraan. Kita masih mempunyai kesempatan untuk memperkenalkan kembali siswa-siswa kita dengan ketaktuban dan kegembiraan belajar.
Dengann suasana belajar yang menyenangkan pastilah akan bermunculan inspirasi-inspirasi baru yang menyegarkan. Inspirasi ini tidak hanya diciptakan oleh guru, tetapi sangat mungkin inspirasi tumbuh dari dalam diri siswa sendiri.

E. Memberi Pujian

Pujian merupakan salah satu bentuk penghargaan yang diberikan kepada seseorang. Hampir semua orang suka dipuji karena dalam pujian terkandung pengakuan seseorang atas keberadaannya.
Dr. Devey berkata bahwa dorongan yang terkuat dalam diri seseorang ialah : “Keinginan untuk dirinya supaya dianggap penting dan dihargai. Dan William Yones berkata : “Naluri yang terpendam dalam diri manusia ialah rasa diri ingin dihargai orang lain. “ Dan hasrat ini tetap menggelora ataupun terpendam didalam diri setiap orang.

Akan tetapi, sungguh sayang masih jarang guru yang memberikan pujian secara tulus. Pada umumnya guru lebih memerhatikan sanksi-sanksi yang layak diberikan kepada siswa daripada memujinya. Kita memberikan pujian hanya diperuntukkan bagi siswa yang berprestasi secara akademik. Memberikan pujian hanya ditujukan untuk membanding-bandingkan antara si pintar dan si bodoh sehingga justru dapat menyakitkan orang lain.

Pujian sebenarnya dapat dilakukan dengan mudah. Caranya pun terbilang gampang. Hanya saja memberikan pujian terasa sulit dilakukan karena pengakuan diri kita terlalu besar sehingga cukup sulit untuk berendah hati mengakui kebesaran orang lain.

F. Berani Mengambil Resiko

Berani mengambil resiko tidak hanya berlaku di dunia usaha. Mentalitas semacam itu perlu pula kita tanamkan dalam proses pengajaran. Dan sebenarnyanya jangan jadikan resiko itu sebagai penghambat kemajuan kita. Justru resiko adalah tantangan yang perlu kita hadapi dan selalu berupaya bagaimana mengatasinya.
Sebagai seorang guru yang inspiratif tentu kita tak boleh puas hanya dengan satu model pembelajaran. Bahkan, seandainya model pembelajaran itu kita anggap sangat memuaskan, kita harus senantiasa mencari dan menerapkan model pembelajaran yang baru.
Tentu saja, cara semacam itu penuh resiko karena tidak semua model pembelajaran yang kita tawarkan dapat memuaskan dan menyenangkan. Namun, dengan keberanian mencoba, kita menjadi tahu kelebihan dan kelemahan metode mengajar kita..

G. Menjadi Teladan

Dalam filsofofi jawa dikatakan bahwa guru merupakan akronim dari kata digugu (diyakini) dan ditiru (dicontoh). Segala perkataan dan tindakan guru akan selalu menjadi pusat perhatian siswa. Dan entah disadari atau tidak semua yang dilakukan guru akan mudah ditiru oleh siswa.
Demikian dahsyatnya pengaruh guru maka kita harus senantiasa menjaga kontempalsi diri atas segala hal yang telah dipebuat. Jangan sampai terjadi perilaku buruk kita menjadi potret yang akan ditiru oleh siswa.

Niat menjadi guru teladan bukanlah sesuatu yang muluk, tetapi memang sebuah kewajiban. Niat tersebut akan menjadi penerang langkah hati kita dan pendorong semangat kita. Yakinkan dalam segala gerak langkah kita bahwa kita akan menjadi teladan bagi siswa dan lingkungan kerja.
Menjadi teladan memang bukan hal mudah karena secara manusiawi kita pasti memiliki kekhilafan. Akan tetapi yang penting kita lakukan adalah kejujuran untuk mengakui kesalahan kita dan berupaya untuk memperbaikinya. Dengan cara semacam ini kita akan tampil secara wajar dan orang lain pun akan melihatya secara utuh.


DAFTAR PUSTAKA
1. Acep Yonni dan Sri Rahayu Yunus, (2011). Begini Cara Menjadi Guru Inspiratif & Disenangi Siswa. Pustaka Widyatama. yogyakarta
2.. Abdullah Munir, (2010). Super Teacher. PT. Bintang Pustaka Abadi. Yogyakarta.
3. Dale Carnegie. (1979). Cara Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang . Percetakan Offset Gunung Jati. Jakarta.

Selasa, 02 November 2010

Cahaya Harapan

Aku memang bukan bunga yang terindah di taman

Mungkin hanyalah sebatang mawar kering yang hampir patah

Maka siramilah jiwaku dengan air ruhani, dan tegakkan aku kembali dalam ikatan suci

Aku memang bukanlah permata diantara mutiara

Mungkin hanyalah batu kusam yang tak berpijar

Maka poleslah aku dengan kasih dan keikhlasanmu

Aku memang bukanlah beringin yang kokoh di halaman

Mungkin hanyalah ilalang yang tumbuh serabutan

Maka jadikan aku ilalang yang terbaik, setidaknya menjadi lebih baik.




oleh: Rani Tiyas Budiyanti

Sabtu, 23 Oktober 2010

SAHABAT JIWA

Ku mengenalmu lewat JIWA, bukan lewat MATA
Kujadikan kamu SAUDARA lewat HATI, bukan sekedar BASA-BASI
Ku tak tahu seperti apa aku dalam pandangmu, selayak apa ku dalam ukhuwahmu
tapi yang ku tahu..
meski dengan keTERBATASan dan berbalut keKEKURANGAN
aku menulis NAMAmu di HATIku
Sejak awal
kita dalam balutan ISLAM UHIBBUKIFILLAH

Sebuah pesan singkat dari seorang sahabat yang begitu menggugah jiwaku. Sejenak hati ini merasa malu dan keliru. Sungguh, aku tak pernah melupakanmu. Mungkin tanpa kusadari, ku telah mengabaikanmu karena berbagai kesibukan yang mencengkeramku.

Andai saja kau tahu....
Engkaulah sahabat jiwaku, meski raga tiada pernah bersua dan jarak terbentang di antara kita.

Engkaulah saudaraku, walau darah kita tak sama dan terlahir dari rahim yang berbeda.
Tiada terlewat namamu dalam lirih doaku.
Tiada terungkap besarnya kasih ini padamu.

Sahabat, MAAFkan aku...
Moga keceriaan kan slalu menghias wajah indahmu dan ketenangan sentiasa menyelimuti jiwamu.

Sahabat, cinta ini karena-Nya....
Smoga Allah pertemukan kita dalam indah mihrab-Nya dan memberi kita naungan manakala kelak tak ada naungan selain naungan-Nya.
~~@~~
Sumber : RKI

Jumat, 15 Oktober 2010

FAJAR UNTUKMU

Mendung hari ini begitu terasa genting..
Aku menatap waktu yang terus berputar…
Tapi aku di butakan oleh sinar fajar mentari yang terus kau pancarkan buatku…

Fajar… Aku disini tetap menantimu
Menantimu menyambut tanganku ini. .
Fajar… Aku memintamu meminangku nanti hingga aku menjadi kekasihmu yang sah secara agama..
Tapi aku ingin engkau menikahi agamaku dahulu sebelum menikahiku…
Lewat Puisi ini aku ingin kau membacanya…





Sumber : Anindyapratama

Jumat, 08 Oktober 2010

RAMAH DAN SOPAN SANTUN

Puncak derajat kemanusiaan seseorang dimulai dari kualitas akhlaknya. Bahkan kualitas keimanan pun juga diukur dari akhlak. Akhlak mulia sedemikian berarti sehingga kita tidak bisa mengukur nilai hidup ini kecuali dengan akhlak yang tercermin dari perilaku kita sendiri. Salah satu ciri akhlak mulia adalah terpancarnya keramahan, baik dari sikapnya, tutur katanya yang santun maupun suasana aman dan menyenangkan. Bahkan mereka harus berpisah dan merasa rindu ingin berjumpa kembali dengannya. Keramahan merupakann perpaduan dari amal-amal hati, niat yang halus serta kegigihann untuk selalu bersikap baik.
Keramahan merupakan tahap awal kemuliaan akhlak, ada beberapa alasan yang mendasarinya yaitu :

1.Keramahan adalah tanda kerendahan hati/ ketawadhuan. Orang sombong cenderung untuk bersikap kasar, berhati keras, keangkuhan dalam gerak maupun ucapannya.

2.Keramahan merupakan tanda kesabaran dan kesanggupan mengendalikan diri dalam berinteraksi dengan aneka macam perilaku orang lain. Tahap ramah terhadap orang yang tidak menyenangkan menjadi ciri kualitas kesabaran seseorang oleh karena itu keramahan sudah hal yang paling sulit dilakukan seorang yang tidak sabar, pemarah dan egois.


3.Keramahan yang tulus merupakan indikasi melimpahnya rasa kasih sayang dan kegemaran hati untuk menghormati orang lain. Di sana tumbuh rasa persaudaraan yang menjadi dasar sikap mulia dan kebahagiaan. Keramahan sulit sekali dilakukan orang yang hatinya penuh dengan permusuhan, kebencian, dendam dan kedengkian yang tinggi.


Sumber : Indahnya Ramah
Abdullah Gymnastiar

Kamis, 07 Oktober 2010

IMAN YANG MENAKJUBKAN

Ibnu Abbas menerangkan, bahwa Rasulullah telah bersabda: “Adakah kalian mengetahui siapakah diantara makhluk ini yang paling menakjubkan imannya?” Jawab para sahabat :
“Imannya para malaikat, ya Rasulullah.” Jawab Rasulullah : “Bagaimana mereka tidak beriman, sedang mereka dapat membuktikan semua yang diperintahkan Allah.”

Kemudian para sahabat berkata : “Imannya para nabi, ya Rasulullah.” Jawab Rasulullah : “Bagaimana mereka tidak beriman, sedangkan mereka dapat bertemu dengan malaikat Jibril yang bertugas menurunkan wahyu dari langit.”

Kemudian para sahabat berkata : “Imannya para sahabat, ya Rasulullah.” Jawab Rasulullah: “Bagaimana mereka tidak beriman, sedang mereka dapat menyaksikan langsung mukjizat dariku, dan aku selalu menceritakan kepada mereka tentang wahyu yang diturunkan kepadaku.”

Lalu Rasulullah melanjutkan sabdanya : “Di antara umat manusia yang paling menakjubkan imannya adalah sekelompok kaum yang datang sepeninggalku. Mereka beriman kepadaku dan membenarkan ajaranku, sementara mereka belum pernah bertemu denganku. Mereka adalah teman-temanku di surga.

Sumber : KH. A. Mudjab Mahalli

Sabtu, 02 Oktober 2010

KETELADANAN PRIBADI RASUL

Mari kita simak lebih detail tentang keteladanan Rasulullah saw, dan kita tekadkan untuk menjadi bagian dari pribadi kita.

1.Wajahnya
Ternyata, kekhasan beliau yang dapat kita tiru ialah wajahnya yang selalu cerah-ceria, jernih, dan menyenangkan untuk dilihat oleh siapapun. Pandangannya terpelihara dari hal yang maksiat, dan dari manusia lain yang bukan mahramnya. Senyum yang tulus selalu terpacar dari wajahnya, sehingga dapat membuat tentram siapa pun yang memandangnya, serta menularkan sebuah semangat hidup.

Ucapan salam serta tegur sapanya selalu mendahului orang lain yang akan menyalaminya. Beliau memang berusaha menjadi orang yang paling awal berbuat kebaikan.

Dalam hal ini beliau bersabda, “Jamgan sekali-sekali kamu meremehkan kebaikan, meski berupa keceriaan wajah ketika bertemu dengan saudaramu.” (HR. Muslim)

Untuk itu mari kita betekad menjadi orang yang senantiasa berwajah cerah-ceria guna membahagiakan siapapun yang ada di sekitar kita. Jauhilah sikap untuk berwajah masam, selalu bermuram durja, ketus, bengis, juga sombong. Itu semua sama sekali tidak dicontohkan oleh wajah mulia Rasulullah saw.

2.Lisannya
Dalam berbicara, beliau sangat fasih, jelas tidak bertele-tele. Beliau selalu memelihara diri dari perkataan yang sia-sia.. Pembicaraannya selalu pada situasi dan kondisi yang tepat, sarat dengan makna dan hikmah. Kata-katanya begiu teruntai indah dan mengesankan. Setiap orang yang mendengar, akan merasakan kandungan yang mendalam dari setiap ucapannya. Tentu saja hal ini tidak mengherankan karena setiap kata yang beliau ucapkan, selalu sesuai dengan tindakannya. Beliau jarang menyeru sesuatu, kecuali telah melakukannya. Maka itu , beliau bersabda, “Berkata benar atau diam”. (HR. Muslim)

3.Ketawaduannya
Didalam diri beliau tidak ada sedikit pun kesombongan. Bahkan pesona ketawaduannya semakin mengokohkan kemuliaannya. Beliau sama sekali tidak menginginkan jika ada orang yang berdiri untuk menyambut kedatangannya sebagaimana yang dilakukan para pejabat atau raja-raja pada masanya.

Di masjid, beliau duduk dimana saja, tidak menginginkan tempat istimewa. Beliau membawa sendiri barang belanjaannya dipasar, tanpa merasa sungkan atau malu. Beliau juga biasa menjenguk orang sakit dan duduk bersama orang miskin. Rasulullah selalu memenuhi undangan meski dari seorang hamba sahaya. Selain itu, Rasulullah tidak suka membedakan diri dari para sahabatnya.

Situ Aisyah, istri beliau, pernah berkata, “Rasulullah biasa menambal terompahnya, menjahit bajunya, melaksanakan pekerjaan dengan tangannya sendiri. Beliau sama dengan yang lain, mencuci pakaiannya sendiri, memerah air susu dombanya dan membereskan urusannya sendiri.”

Kita sepakat bahwa sifat sombong merupakan perilaku yang hina dan kita harus melepaskan diri dari itu semua, sekecil apapun ikatannya. Oleh karena itu, mari berusaha sekuat tenaga untuk tidak meremehkan orang lain. Lakukan apa yang dianggap rendah oleh orang yang sombong, walaupun sebenarya tidak remeh. Bahkan sebaliknya, mungkin sarat dengan kebaikan dalam pandangan Allah Swt.

4.Keberanianya

Beliau adalah manusia yang sangat pemberani dan memiliki sikap patriot yang luar biasa. Ditambah lagi dengan kekuatan fisik yang luar biasa. Tidak sulit mengetahui keberadaannya di medan pertempuran. Beliau tidak kenal takut menghadapi situasi sulit dan tiak pernah gentar berhadapan dengan musuh-musuhnya.
Beliau merupakan sosok yang paling tega, pantang mundur, dan tidak bergeming tatkala situasi sengit mengancam. Ali bin Abi Thalib sampai berkata, “Jika kami dikepung ketakutan dan bahaya, maka kami berlindung kepada Rasulullah saw. Tak seorang pun yang lebih dekat jaraknya denga musuh salain beliau.”

Oleh karena itu, mari kita tempa diri kita dengan aneka latihan yang dapat meningkatkan ketrampilan dan kekuatan kita. Juga tak lupa kita kuatkan ilmu dan ibadah sehingga terbebas dari pengecut yang hina dan nista. Jadilah pemberani untuk tampil menjadi pejuang kebenaran digaris paling depan..

5.Kedermawanannya

Sifat pemurah dan kedermawanan beliau, bagai angin berhembus. Beliau memberi kepada siapa pun yang meminta. Ibnu Abbas berkata, “Nabi saw adalah orang yang paling murah hati. Kemurahan hati beliau yang paling mnonjol ialah pada bulan Ramadhan saat dihampirri Jibril. Jibril menghampiri beliau setiap malam untuk mengajarkan al-Quran padanya. Beliau benar-benar murah hati untuk hal-hal yang baik daripada angin yang berhembus.”

Jabir ra. Berkata , “Tidak pernah beliau diminta sesuatu lalu menjawab, ‘Tidak’.”

Memang, tidak pernah dapat bersatu antara keimanan dengan kekikiran. Nah, Saudaraku.. ketahuilah, tidak akan pernah berkurang harta yang dinafkahkan di jalan Allah karena seringnya kita bersedekah. Bagaimana mungkin bisa berkurang, Karena pada dasarnya harta kita adalah milik Allah. Diapun berjanji akan melipatgandakan rezeki orang yang rajin menafkahkan hartanya di jalan Allah. Sungguh, janji Allah itu tidak pernah meleset. Untuk itu, tekadkan dalam diri,”tiada hari tanpa sedekah”.

6.Sifat-sifat lainnya

Beliau adalah orang yang paling aktif dalam memenuhi janji, paling dapat dipegang segala ucapannya, penyambung tali silahturahmi, paling penyayang, dan bersikap lemah lembut terhadap orang lain.Beliau juga paling bagus dalam pergaulannya.

Rasulullah saw tidak pernah berbuat keji atau menganjurkan untuk berbuat keji. Beliau tesenyum jika ada sesuatu hal yang membuat para sahabatnya tersenyum. Beliau kagum bila sahabat-sahabatnya juga tekagum-kagum pada sesuattu. Rasulullah sangat sabar dalam menghadapi kekerasan oang lain dan bijak dalam menanggapi kekasaran perkataan orang asing.

Beliau tidak segan untuk meminta saran dan pendapat dari para sahabatnya, sepanjang tidak berkaitan dengan Wahyu Ilahi.

Beliau juga tidak sungkan untuk meminta maaf dan memberi kesempatan untuk membalas bagi siapa yang merasa dipelakukan tidak adil oleh beliau.

Semua keutamaan Rasul yang diceritakan diatas hanya sepercik dari keagungan beliau. Sifat-sifat sempurna tersebut lahir dari kedalaman hati yang bening, ikhlas dan penuh kasih sayang kepada hamba-hamba Allah. Inilah yang menyebabkan jiwa manusia merasa dekat kepadanya. Tidak heran jika banyak hati yang mencintai dan merindukan beliau. Sampai-sampai, orang yang tadinya mempunyai sikap keras dan memusuhi, dapat berubah meenjadi luluh setelah merasakan keindahan pibadinya. Akhirnya, dapat kita saksikan kini, bamyak orang yang berbondong-bondong untuk masuk Islam; agama yang diridhoi oleh Allah Swt.

Nah Saudaraku yang seiman, uraian ini terlalu sederhana untuk dapat menggambarkan keagungan panutan kita seutuhnya. Namun, melalui uraian ini hendaknya kita menjadi terpacu dan semakin bersemangat untuk mempelajari pribadi agung Nabi junjungan kita, Muhammad saw. Kita dapat memenuhinya dengan cara banyak membaca referensi mendengar kajian Islam, dan bergaul dengan oramg-orang yang mencintai beliau, serta mengamalkan sunnah-sunnahnya. Mudah-mudahan, dengan disertai kesungguhan berdoa, kita tergolong ke dalam orang-orang yang mencintai Rasul. Insya Allah, semoga diakhiat kelak, kita layak untuk mndapat syafaat darinya. Aamiin.



Sumber : Inilah Indahnya ISLAM dengan Manajemen Qalbu
Abdullah Gymnastiar

Rabu, 29 September 2010

AMALAN YANG MENYEBABKAN ALLAH RIDHA

Dari khasanah masa lalu, ternukil sebuah kisah, tentang wafatnya Al- Ghazali. Syahdan seminggu setelah Imam Ghazali wafat, sahabatnya bermimpi berjumpa sang Imam. Dalam mimpinya itu sahabat bertanya : “Amalan apa yang menyebabkan Allah Ridha memasukkan engkau ke Surga?”

Imam Ghazali menjawab :”Saya juga bertanya pada malaikat tentang pertanyaan ini. Malaikat menjelaskan : “Suati hari saat saya sedang menulis, datanglah seekor lalat. Dia hinggap di atas ceceran tinta dan menghirupnya.
Awalnya saya ingin mengusir tapi saya biarkan. Setelah selesai dengan hajatnya, lalat itupun terbang kembali. Nah dengan sebab ibadah yang nilainya tak lebih berat ketimbang sayap lalat itu, Allah ridha dan memasukkan saya ke Surga.”

Sahabat tercenggang. Bukankkah Imam Ghazali seorang mujadid (pembaharu) . Beliau bukan hanya ahli ibadah, tapi ahli tafsir dengan pemikiran-pemikiran hingga dikatakan seorang pembaharu. Salah satu kitabnya yang paling terkenal dibaca hingga hari ini adalah Ihya Ulumuddin.

Tak lagi terhitung, bebarapa juta orang yang telah mebaca kitab itu. Tapi yang menyelematkan dirinya ternyata bukan pahalanya. Melainkan jasanya membiarkan seekor lalat meminum ceceran tintanya. Sesuatu yang tidak pernah diingat oleh sang Imam. Bahkan tidak diketahui karena itu dianggap bukanlah ibadah.Tapi justru dengan ketidaktahuan itu hilanglah segala keakuan dan keegoan, yang Allah jadi ridha karenanya.
Subhanallah.. Maha Suci Engkau ya Allah.

Sumber : KHALIFAH

Sabtu, 25 September 2010

TIPUAN IBADAH

Orang yang tidak merasa bersalah dengan dosa, CELAKA
Orang yang merasa aman dengan kebaikan, BINASA
Orang yang bangga dengan dosa, SEJAHAT-JAHAT MANUSIA
Orang yang bangga dengan ketaatan, ahaa… DIA TERTIPU

Orang binasa dengan dosa adalah BIASA
Tapi aneh, ada orang yang selamat justru karena dosanya
Sebab ia menderita karena dosa itu dan meminta ampun selalu

Yang tidak disadari
Tak sedikit orang binasa karena banyaknya amal saleh
Sebab dia merasa tak lagi berdosa
Inilah Tipuan Ibadah

Camkanlah wahai saudaraku
Setiap amal Ibadah yang dibuat
Jangan membuat manusia lupa akan kehambaannya
Bila ini terjadi, ibadahnya tiada lagi akan berguna



Sumber : Motivasi & Inspirasi
KHALIFAH

Sabtu, 18 September 2010

DALAM KEHILANGAN

Aku telah sangat kehilangan…
Ketika pijak terlambat kupahatkan..
Pada pelataran pagimu
Yang mewangi
Pada langit cintamu
Yang tanpa tepi..

Malam telah jauh berselisihan dengan embun-embun putih di rerumputan
Sungguh aku dalam ketakutan
Hingga jiwa ini kuyup gentar
Bilakah kau uji cinta ini hingga luruh terbenam
Dilaut kehilangan yang tanpa dasar
Duhai kekasih….
Mekarkan nafasku yang basah
Dan mencintaimu di hamparan tanah ..

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim
Ya Rabbana Ya Karim Ya Adzim..


Oleh : Lailatul Kiptiyan

Jumat, 17 September 2010

KEISTIMEWAAN SHOLAT TAHAJUD

Mereka menangis kepada Yang Maha Penyayang di malam hari…

Semalaman air matanya mengalir tiada henti..

Bumi rindu untuk memberikan cinta kepada mereka…

Kapan mereka bersujud diatasnya…

Defenisi Sholat Tahajud

Tahajud merupakan sholat sunnah yang dilakukan pada malam hari. Disebut Tahajud, karena menurut al-biqa’i bermakna meninggalkan tidur untuk menunaikan sholat.

Sholat Tahajud dalam Al-Qur-an

Sholat Tahajud berkali-kali dikupas didalam al-Qur’an antara lain :
QS. Al-Furqan : 64
“Dan orang yang pada malam hari bersujud dan sembahyang kepada Tuhannya”
QS. Az-Zariyat 17-18
“Adakah mereka itu sedikit tidur pada malam hari. Dan waktu sahur (dini hari) mereka itu meminta ampun (kepada Tuhan)”
QS. As-Sajadah 16
“ Rusuk (lambung) mereka jauh dari tempat berbarig (kurang tidur malam hari) sedang mereka memohon kepada Tuhannya dengan ketakutan dan harapan dan mereka menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepadanya.”
QS. Az-Zumar : 9
“Adakah orang taat (patuh mengikuti Allah) pada waktu malam seraya sujud dan berdiri, lagi takut akan (siksa) akhirat, serta mengharapkan rahmat Tuhannya (sama dengan orang durhaka)? …….”
QS. Al-Muzammil : 1-2
“Hai orang yang beselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk sembahyang) dimalam hari kecuali sedikit (daripadanya)
QS. Al-Isra’ : 79
“Pada malam hari, hendaklah engkau bertahajud (berjaga untuk sembahyang malam) sebagai tambahan untuk engkau, mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ke tempat yang terpuji.”
Banyaknya sholat Tahajud yang dikupas dalam ayat suci Al-Quran tidak diragukan lagi kualitasnya bagi diri kita, baik secara fisik maupun non fisik. Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Sayidina Umar Ibnu Khottahob rda. Soal fadilah sholat Tahajud yang sangat besar sekali manfaatnya.

Keistimewaan Sholat Tahajud

1.Allah memberikan Sembilan Macam Kemuliaan
Hadist riwayat dari sayidina Umar Ibnu Khottahob dari Nabi saw, beliau bersabda, barang siapa sholat diwaktu malam (tahajud) serta membaguskan sholatnya, Allah akan memberikan dia kemuliaan Sembilan macam. Lima macam di dunia dan empat macam di akhirat.
Yang lima macam didunia ialah Allah akan pelihara dia dari segala macam bahaya, ditampakkan tanda-tanda sebagai orang yang taat pada mukanya. Ia akan dicintai dihati orang-orang mukmim dan segenap hati manusia umumnya dan pembicararaannya berisi hikmat, dijadikan dia orang bijaksana yakni dikaruniai fikiran yang cerdas.
Yang empat macam di akhirat nanti ialah dibangkitkan dia dari kubur wajahnya putih bercahaya, akan dimudahkan dia waktu dihisap, ia akan melintas diatas shirot seperti kilat dan diberikan buku amalannya ditangan kanannya dihari kiamat.

2.Menyehatkan mata
Menurut Yazid bin Abban Ar-Raqasi, sholat Tahajud itu dapat menyehatkan mata. “Kosentrasi untuk Tahajud menyejukkan mata ahli ibadah sementara kosentrasi puasa menyenangkan hati mereka ketika betemu Allah.

3.Obat Penyakit hati
Sholat Tahajud (malam) merupakan salah satu obat penyakit hati. Ada lima perkara obat penyakit hati yaitu : membaca Al-Qur-an dan merenungi maknanya, mengosongkan perut/puasa, sholat malam, Zikirullah dan bergaul dengan orang-orang sholeh

4.Mengatasi Penyakit Kanker, Tumor, Miom
Dr.Muhammad Sholeh , Peneliti sholat Tahajud tahun 2001, saat membuka klinik di Masjid Al-Akbar Surabaya dan di Kediri, Dr. Sholeh menemukan misteri di balik kedasyatan sholat Tahajud. Pasien-pasien yang mengindap penyakit kanker, kista, tumor, kanker payudara, miom, bisa teratasi kalau mau melakukan sholat Tahajud dan senam Tauhid.

5.Hati Bahagia
Menurut Atha’ al-Kharasani mengemukakan sholat tahajud menjadikan dada dan hati kita menjadi lebih lapang dan bahagia. “sesungguhnya ketika seseorang bangun malam lalu melakukan sholat Tahajud, maka pagi harinya ia akan menjadi orang yang senang.

6.Terkabulnya Do’a
Dalam hadist qudsi, Allah pernah berfirman, “Setiap 2/3 malam turun ke langit pertama untuk menyerukan siapa yang ruku’ sujud bertahajud, maka doanya akan Kukabulkan, permintaannya akan Kuberi, dosanya akan Kuampuni.” Kemudian ditambah dengan hadist Thabarani, “orang yang sholat Tahajud termasuk disamping kebiasaan orang-orang sholeh, Tahajud itu juga bisa dipergunakan untuk penyembuhan penyakit fisik maupun psikis.

7.Meningkatkan Imunitas Dalam Tubuh
Dr. Muhamad Sholeh peneliti sholat Tahajud tahun 2000,ia meniliti sekitar 51 anak SMU kelas I untuk dilihat segi kesehatannya. Umur berkisar 16 – 20 tahun, jenis kelaminnya sama-sama laki-laki, sama-sama tidak pernah melakukan sholat Tahajud dan tak mengikuti tarekat. Anak-anak SMU disuruh melakukan sholat Tahajud selama 2 bulan. Sebelumnya diambil sampel darahnya, dan setelah dua bulan diambil darahnya lagi. Kemudian dianalisis di Laboratorium, dan ternyata imunitas dalam tubuh itu berubah lebih baik. Maka dapat disimpulkan sholat Tahajud itu bagus untuk menyembuhkan, baik secara peventif maupun kuratif, sakit infeksi maupun kanker.
Tahajud bisa mengurangi jumlah hormon kortisol (hormon stress) yang meningkat menjadi Iuminitataif atau seimbang sehingga mengurangi tingkat stress seseorang. Jadi, system iminitasnya menjadi baik. Orang stress yang diketahui rentan dengan penyakit terutama kanker. Sebaliknya dengan tingkat stress yang rendah, berarti seseorang itu memiliki imun yang kuat sehingga tubuhnya mampu menyembuhkan berbagai penyakit.
Hasil penelitian menyebutkan bahwa sholat Tahajud itu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Intinya adalah pasrah total kepada Allah dan rutin bertahajud, dengan demikian penyakit sembuh dengan sendirinya.

Sumber : 1. Al-Quran.
2. Sholat Tahajud. Oleh Ust. Musannif Efendi
3. Hidayah Edisi 69

Selasa, 14 September 2010

MUNAJAT CINTA

Ya Allah yg berkuasa atas hati dan pikiran.
Detik ini aku kembali menghadap kepadaMu menyerahkan segala apa yg ada dalam diri, pikiran, hati, jiwa dan jasad.
NikmatMu kepadaku selama ini takkan pernah mampu ku syukuri..
Andaipun kusyukuri, rasa syukurku bagaikan sebutir debu, sedang nikmatMu laksana padang pasir yg luas..
Namun Engkau Maha Mencintai hambaMu...
Sehingga orang-orang yg kufurpun masih pula kau limpahi nikmatMu yg tak terhingga,
Segala puji bagi Engkau yg memasukkan siang ke dalam malam dan yg memasukkan malam ke dalam siang..
Yg menganugerahkan dan mencabut kekuasaan..

Malam ini hambaMu yg demikian hina ini..
Kembali bersimpuh diribaanMu hendak lagi memohon sesuatu,
Hamba sungguh tak berdaya atas perasaan yg sedang melanda hati hamba kini..
Jika ini adalah isyaratMu, maka bulatkanlah tekadku..
Mudahkan jalan dan bukalah tabir rahasiaMu,
Namun jika ini godaan setan belaka, maka cabutlah perasaan ini dariku..
Tutuplah jalan dan pancarkan CahayaMu..
Sehingga aku dapat melihat jalan yg terang, jalan yg Engkau ridhoi..

Ya Allah, aku memohon agar Engkau memilihkan yang baik menurut pengetahuan-Mu.
Aku memohon agar Engkau memberikan kepastian dengan Ketentuan-Mu
dan aku memohon dengan kemurahan Engkau yag Besar lagi Agung.
Karena sesungguhnya Engkaulah yang berkuasa, sedang aku tidak kuasa.
Engkau yang amat mengetahui, sedang aku tidak mengetahui
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui atas segala sesuatu yang masih tersembunyi..

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa ia adalah baik bagiku, dalam agamaku, dalam penghidupanku, dan baik pula akibatnya bagiku, maka berikan ia kepadaku dan mudahkanlah ia bagiku, kemudian berilah keberlahan bagiku didalamnya..
Jika Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya ia tidak baik bagiku, bagi agamaku, penghidupanku dan tida baik akibatnya bagiku, maka jauhkanlah ia dariku, dan jauhkanlah aku darinya.
Berilah kabaikan di mana saja aku berada, kemudian jadikanlah aku orang yang rela atas anugerah-Mu

Ya Allah Tuhan barat dan timur, yg memiliki pengetahuan atas segaka sesuatu..
Jika ini adalah isyarat dariMu, bahwa ia adalah baik bagiku dalam kehidupanku serta akibat-akibatnya, dekatkanlah dia dariku, lancarkan segala urusannya..
Sungguh hamba tak mampu meyakini semua ini..
Tanpa disertai keridhoan dan pertolonganMu..

Ya Allah, Engkau sebaik-baiknya pendengar, tolong dengarkanlah doaku..
Kabulkan permohonanku sebab Engkau adalah Maha Pengabul doa dari setiap hamba yg hina dan tak berdaya ini...
Aamiin..

Senin, 06 September 2010

POLA PENDIDIKAN DALAM KELUARGA

Salah satu aspek penting yang sangat terkait dengan upaya perbaikan pendidikan dan akhlak adalah “ Pola Pendidikan dalam Keluarga.”

Bagaimanapun pola pendidikan dalam keluarga tetap mempunyai peranan penting. Sebab siapapun yang kelak menjadi guru, politikus, polisi ,tentara, pejabat atau apa saja, awalnya tentu sangat bergantung kepada pola pendidikan dirumah. Sebagai cermin dan teladan dalam pola pendidikan dirumah adalah “orang tua”. Kegigihan orang tua untuk menjadi teladan bagi anak-anaknya adalah pendidikan yang tidak ternilai.

Mendidik anak merupakan amanah yang tidak sepele. Bagaimana akhirnya karakter anak setelah dewasa nanti, bergantung pada pendidikan yang ditanamkan orang tuanya sejak dini. Menanamkan nilai-nilai aqidah, akhlak dan lainnya menjadi tanggung jawab orang tua..Seorang anak wajib dibiasakan untuk selalu mengingat dan menjalankan rukun Islam yang merupakan ibadah seperti sholat, puasa, zakat, sedekah. Wajib pula mengajarkan anak tentang dasar-dasar syariah dan akhlak Islam yang terpuji, dimana orangtua mengajarkan halal dan haram serta berbagai ketetapan hukum lainnya. Orangtua harus mengajari anaknya akhlak yang baik dan tingkah laku yang terpuji serta mencegahnya dari akhlak yang burukdan sifat-sifat yang tercela seperti berdusta, mencuri, mencela pemabuk dan lain sebagainya. Dalam Al-Quran telah menegaskan “Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”.

Mendidik anak dalam rumah tangga harus diiringi dengan kekuatan akhlak yang baik dari para orang tua. Singkatnya apa yang diinginkan dari anak mulailah dari diri sendiri. Ingin anak rajin jadilah orang tua yang rajin, ingin anak yang soleh jadilah orang tua yang soleh. Sayangnya, orang tua masih mengukur kesuksesan anak dari nilai akademisnya. Ketika mempunyai anak yang mendapat peringkat pertama atau mendapat nilai Ujian Akhir Nasional (UAN) yang tinggi orang tua mungkin bisa berbangga tetapi orang tua jarang tahu seperti apa akhlak anaknya di sekolah baik kepada guru atau kepada teman-temannya? Apakah anaknya saat ujian nyontek atau tidak ? Apakah nilai ujiannya benar-benar hasil dari kerja kerasnya selama ini?Apakah dia pedengki kepada sesamanya atau tidak? Apakah dia sombong atau tawadhu? Apakah dia pecandu miras atau narkoba? Apakah dia terlibat dalam tawuran ?

Orang tua harus serius dalam mengevaluasi perilaku anak-anaknya. Jika ada anak yang mungkin agak nakal atau bandel jangan saling menyalahkan, jangan salahkan guru, masyarakat tapi cobalah untuk mencari akar permasalahannya bersama-sama
Apabila alat ukur untuk mengukur kesuksesan hanya hal-hal duniawi, maka jagan aneh bila kelak dikemudian hari akan lahir generasi-generasi pecinta dunia.. Memang tidak salahnya mencari kebahagian duniawi namun jika kecintaan kepada dunia sudah membabi buta maka akan tumbuh kehinaan dan kelemahan diri.

Penyakit cinta dunia dan takut mati sebenarnya adalah kunci dari segala kelemahan manusia. Manusia-manusia yang terlalu cinta dunia akan melakukan apa saja tanpa menghiraukan hitam putihnya aturan, dari sinilah maka timbul keserakahan, kejahatan, kezholiman serta keburukan akhlak lainya.
Dalam Al-Quran surat Al-Hujaraat (49) Allah berfirman :” Sesunggguhnya orang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa diantara kamu.” Orang yang taqwa selalu berhati-hati dalam setiap langkahnya, dia takut kalau-kalau perbuatannya akan merugikan orang lain dan dia takut menabraki/ melanggar rambu-rambu Allah..

Alangkah indahnya kalau komitmen taqwa tersebut datang dari rumah sehingga ketika anak tumbuh dewasa maka ia akan memancarkan akhlakulkarimah dilingkungannya. Marilah kita mendidik anak-anak kita dengan mendidik diri sendiri. Suruhlah anak-anak kita dengan menyuruh diri kita.

Jumat, 03 September 2010

BERSEMANGAT DI SEPULUH HARI TERAKHIR DARI BULAN RAMADHAN

Perlu diketahui bahwa sepertiga terakhir bulan Ramadhan adalah saat-saat yang penuh dengan kebaikan dan keutamaan serta pahala yang melimpah. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu suri tauladan kita -Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam- dahulu bersungguh-sungguh untuk menghidupkan sepuluh hari terakhir tersebut dengan berbagai amalan melebihi waktu-waktu lainnya.

Sebagaimana istri beliau -Ummul Mu’minin Aisyah radhiyallahu ‘anha- berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim)

Aisyah radhiyallahu ‘anha juga mengatakan,

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’, pen), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Maka perhatikanlah apa yang dilakukan oleh suri tauladan kita! Lihatlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah malah mengisi hari-hari terakir Ramadhan dengan berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan untuk persiapan lebaran (hari raya). Yang beliau lakukan adalah bersungguh-sungguh dalam melakukan ibadah seperti shalat, membaca Al Qur’an, dzikir, sedekah dan lain sebagainya. Renungkanlah hal ini!

Keutamaan Lailatul Qadar

Saudaraku, pada sepertiga terakhir dari bulan yang penuh berkah ini terdapat malam Lailatul Qadar, suatu malam yang dimuliakan oleh Allah melebihi malam-malam lainnya. Di antara kemuliaan malam tersebut adalah Allah mensifatinya dengan malam yang penuh keberkahan. Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan la urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan [44]: 3-4)

Malam yang diberkahi dalam ayat ini adalah malam lailatul qadar sebagaimana ditafsirkan pada surat Al Qadar. Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadar [97]: 1)

Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya,

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur la urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar [97] : 3-5)

Catatan: Perhatikanlah bahwa malam keberkahan tersebut adalah lailatul qadar. Dan Al Qur’an turun pada bulan Ramadhan sebagaimana firman Allah Ta’ala,

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran.” (QS. Al Baqarah [2] : 185)

Maka sungguh sangat keliru yang beranggapan bahwasanya Al Qur’an itu turun pada pertengahan bulan Sya’ban atau pada 17 Ramadhan lalu diperingati dengan hari NUZULUL QUR’AN. Padahal Al Qur’an itu turun pada lailatul qadar. Dan lailatul qadar -sebagaimana pada penjelasan selanjutnya- terjadi pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Renungkanlah hal ini!

Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi ?

Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil itu lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Terjadinya lailatul qadar di tujuh malam terakhir bulan ramadhan itu lebih memungkinkan sebagaimana hadits dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim)

Dan yang memilih pendapat bahwa lailatul qadar adalah malam kedua puluh tujuh sebagaimana ditegaskan oleh Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu. Namun pendapat yang paling kuat dari berbagai pendapat yang ada sebagaimana dikatakan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari bahwa lailatul qadar itu terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dan waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun. Mungkin pada tahun tertentu terjadi pada malam kedua puluh tujuh atau mungkin juga pada tahun yang berikutnya terjadi pada malam kedua puluh lima tergantung kehendak dan hikmah Allah Ta’ala. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.” (HR. Bukhari)


Oleh : Muhammad Khanif

Dalam Diam Ku Mencintaimu

Diamku bukan karena bisu
Tak melihatmu bukan kumelupakanmu
Acuhkan kata-katamu bukan kutelah bosan padamu

Sungguh!…karena kutakut salah niatku padamu..

Pesan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:
“Jangan pernah kau menyalahkan cinta, tapi salahkan mereka yg menyalahgunakan cinta hingga berbuat dosa”
Aastaghfirullaahu wa'atuubu ilaih]

Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang,
cukup cintai ia dalam diam…
Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya…
Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya… karena diammu memuliakan
Kesucian diri dan hatimu… menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu…
karena diammu bukti kesetiaanmu padanya…
Karena mungkin saja orang yang kau cintai, adalah juga orang yang telah Allah Subhanahu Wata’ala benar-benar pilihkan untukmu… Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali Radhiyallahu ‘anhum ? yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan…
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah…
Karena dalam diammu tersimpan kekuatan…
Kekuatan harapan,kekuatan impian,,hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan dan impian itu menjadi nyata…
dan cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata…
Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap dan berdo’a pada-Nya ?

Dan jika memang ‘cinta dalam diammu’ itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam… Iyaa… biarkan… karena Allah Ta’alaa masih punya rencana dan ‘hadiah’ lain untukmu…
jika dia memang bukan milikmu, melalui waktu akan menghapus ‘cinta dalam diammu’ itu dengan memberi rasa yang lebih indah, dan orang yang tepat oleh Allah Subhanahu Wata’ala biarkan ‘cinta dalam diammu’ itu menjadi memori tersendiri… dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu…
Allah Subhanahu Wata’ala Tata hatimu…

Sudahkah aku pantas untuk dia ? Benar-benar pantas…???
Biarkanlah jiwamu terbang bebas menjalani semua niatmu, yang terpenting, kita perlu berbaik sangka selalu pada Allah Ta’alaa…
Pasangan kita, adalah cerminan sosok yang hampir mirip dengan kita…
Cintamu pada orang yang kau cintai dan sayangi, titipkanlah…
Titipkanlah pada Allah Ta’alaa…
Sebab hanya Allah Ta’alaa yang Maha Menjaga…
dikala kau dan dia saling berjauhan…
dikala kau dan dia saling memendam rindu, ingin bertemu…
Allah menjaga dengan menenangkan hatimu melalui dzikir dan tadabbur…

Cintamu pada orang yang sungguh-sungguh kau sayangi, adalah milik-Nya…


Oleh : Aini Kafkha Al-Farah